Jakarta - Minggu, 07 Desember 2014. Bisnis
pembesaran daging dan beternak ayam potong masih mempunyai peluang yang sangat
besar, apalagi kalau sampai di kirim keluar daerah. Daging ayam merupakan daging
favorit di negara kita. Hampir 100% orang Indonesia suka makan daging ayam,
maka dari itu merupakan peluang yang sangat bagus berbisnis ternak ayam potong.
Dulu pada waktu flu burung melanda dunia, bisnis ini menjadi hancur. Sebab
tidak ada yang berani makan daging ayam, sehingga banyak para peternak yang
gulung tikar.Namun tak semua pembisnis ayam potong terpengaruh adanya flu
burung,mereka tetap berdagang seperti biasa.Sekarang berhubung issu flu burung
sudah tidak ada, kesempatan memulai bisnis ini menjadi bagus.
Bisnis ayam potong ini sudah berdiri sejak 8 tahun
yang lalu. Ayamnya pun mengambil sendiri di pertenakan, Pembeliannya kurang lebih
ada satu truk. Di dalam satu mobil ada beberapa ton di kalikan berapa harga
ayamnya. Biasanya kalo DOC(Day Old Chicken) naik harga pun mengikuti naik. Satu
kandang memuat sekitar 2000 ekor ayam. Sedangkan makan ayam memerlukan 20 karung
setiap harinya. Satu karung makanan ayam tersebut harganya berkisar
Rp.170.000x20 karung.
Jika
pemesanan ayam sedang ramai satu truk bisa habis dalam sehari. Satu truk berisi
1000 ekor ayam,kira-kira ada 4 ton ayam. Stock ayam berkisar 80 juta kalau
sedang mahal-mahalnya, Kalau sedang murah sekita 60 juta. Kalau untuk harga jual
ke restoran per kilonya Rp.23.000. Ayam potong ini bernama ayam peren.
Untuk
upah karyawan atau pegawai yang membersihkan ayam,memotong ayam,menjaga dan
mengurus ayam sistemnya uang makan harian. Sehari mereka di beri upah berkisar
Rp.70.000. Bibit dan obat-obatan sudah di beri saat pembelian ayam ternak
potong. Pengecekan kondisi ayam di lakukan rutin setiap hari untuk memastikan
ayam sehat atau sakit.
-Sherly Nur Destinia-


Tidak ada komentar:
Posting Komentar