Social Icons

Senin, 08 Desember 2014

Sejarah Reog Ponorogo

Reog Ponorogo
“Ada dua versi cerita yang berdasarkan sejarah Reog Ponorogo”. Menurut Bapak Suparno
Sekitar 100 tahun yg lalu suatu kerajaan bantar angin ada seorang pria yang bernama Klono Sewandhono ingin melamar putri se Kediri. Klono Sewandhono akan melamar putri Kediri yg bernama Dewi Songgolangit. Tetapi putri itu menolak secara halus. Putri kediri tersebut meminta persyaratan yg tidak ada dua nya di dunia.


Waktu perjalanan menuju Kediri, bertemulah dia dengan Singo Barong, orang berkepala harimau berbadan manusia. Singo Barong pun mengajak Klono berkelahi, dan Klono menyanggupi tawaran Singo Barong. Karena Singo sakti, ia mendapatkan cemeti samandiman. Dengan cemeti samandiman itulah Klono bisa ditaklukan. Tetapi Klono tidak mau menyerah dan ingin menang dari Singo.

Disaat mereka sedang berkelahi lagi, tiba-tiba kepala Singo merasa gatal karena ada kutu di kepalanya. Ia pun segera memanggil dadak merak untuk mencari kutu. Merak yang menari-nari diatas kepala singo pun sangat terlihat indah. Akhirnya Klono pun menang melawan Singo.

Pada saat itulah Klono memnuhi persyaratan Dewi Songgolangit, hewan berkepala dua dalam satu tubuh dan menari-nari sangat indah. Sesampainya di kerajaan Kediri, pertunjukkn itu diperlihatkan. Dewi Songgolangit dan orang tua nya sangat menyukai pertunjukkan ini.

Merak saja sampai mau mengambil kutu yg ada di kepala singo barong. Karena diatas kepala singobarong sangat indah ada merak sedang menari-nari. Akhirnya Klono dan singo perang lagi. Dan yg menang adalah Klono. Dan itulah yg akan dijadikan persyaratan pernikahan ke Dewi Songgolangit. Akhirnya merak itulah yg dijadikan atraksi reog ponorogo. Klono Sewandhono pun menamai nya sebagai Reog Ponorogo.

-Esti-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar