![]() |
| Reog Ponorogo |
“Ada
dua versi cerita yang berdasarkan sejarah Reog Ponorogo”. Menurut Bapak Suparno
Sekitar
100 tahun yg lalu suatu kerajaan bantar angin ada seorang pria yang bernama Klono Sewandhono
ingin melamar putri se Kediri. Klono Sewandhono akan
melamar putri Kediri
yg bernama Dewi
Songgolangit. Tetapi
putri itu menolak secara halus. Putri kediri tersebut meminta persyaratan yg
tidak ada dua nya di dunia.
Waktu perjalanan menuju Kediri, bertemulah
dia dengan Singo Barong, orang berkepala harimau
berbadan manusia. Singo Barong pun
mengajak Klono berkelahi, dan Klono menyanggupi tawaran Singo Barong.
Karena Singo sakti, ia
mendapatkan cemeti samandiman. Dengan
cemeti samandiman itulah Klono
bisa ditaklukan. Tetapi Klono
tidak mau menyerah dan ingin menang dari Singo.
Disaat mereka sedang berkelahi lagi, tiba-tiba kepala
Singo merasa gatal karena ada kutu di kepalanya. Ia pun segera memanggil dadak
merak untuk mencari kutu. Merak yang menari-nari diatas kepala singo pun sangat
terlihat indah. Akhirnya Klono pun menang melawan Singo.
Pada saat itulah Klono memnuhi persyaratan Dewi
Songgolangit, hewan berkepala dua dalam satu tubuh dan menari-nari sangat
indah. Sesampainya di kerajaan Kediri, pertunjukkn itu diperlihatkan. Dewi
Songgolangit dan orang tua nya sangat menyukai pertunjukkan ini.
Merak saja sampai mau mengambil kutu yg ada di kepala singo barong. Karena diatas kepala singobarong sangat indah ada merak sedang menari-nari. Akhirnya Klono dan singo perang lagi. Dan yg menang adalah Klono. Dan itulah yg akan dijadikan persyaratan pernikahan ke Dewi Songgolangit. Akhirnya merak itulah yg dijadikan atraksi reog ponorogo. Klono Sewandhono pun menamai nya sebagai Reog Ponorogo.
-Esti-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar