Social Icons

Senin, 08 Desember 2014

Edupreneur, Erni: Yuk Berbenah Menjadi Guru

Depok – Kamis (27/11) Erni Susilowati berbicara materi “guru, sahabat sekaligus panutan” di seminar akbar pendidikan dalam acara The 2nd Islamic Book Fair Universitas Indonesia. Founder dunia dongeng ini banyak memberikan ilmu dalam kuliah singkat selama dua jam di Balairung UI.
Kuliah singkat seminar akbar pendidikan dalam materi “guru, sahabat sekaligus panutan” ini diantaranya membahas sebab guru kurang memahami muridnya. Beberapa guru kurang memahami muridnya dikarenakan adanya keterbatasan waktu, kemudian fokus yang kurang dari guru. Bisa jadi rasio dari guru dan murid yang kurang sehingga suatu guru harus mengajar beragam banyak kelas terutama untuk didaerah – daerah terpencil. Kalaupun rasionya cukup di sekolah tersebut, guru harus berbagi tenaga, energi untuk melakukan aktifitas di luar kelas terkait dengan kesejahterannya yang kurang. Jadi beberapa guru harus mengajar kembali di tempat lain.
Secara tidak langsung otomatis si guru hanya di sekolah sekedar untuk menggugurkan kewajibannya sehingga kurang perhatian pada murid yang mengahadapi kesulitan. “Solusinya memang kompeherensif ya artinya kita harus memperhatikan kesejahteraan guru, juga kemudian pembinaan guru secara berkala, kemudian juga harus dikembalikan lagi ke guru agar dia mampu memahami secara detil apa sih visi misi dia berada dalam intitusi pendidikan.” Jelas Owner Smart Eduplace ini.
Usia remaja memiliki perubahan sikap, kemudian ketidakseimbangan emosi dari murid, secara tidak langsung mempengaruhi pendapat murid terhadap guru. Memahami murid, guru bisa antisipasi dengan melaksanakan trik apa, apakah harus dengan diberi pujian, atau diberi tantangan di usia tertentu, juga harus diberi perhatian atau diusia lainnya yang lebih tinggi mungkin sebagai sahabat yang didorong untuk maju. “memang berbeda usia berbeda perlakuan berbeda cara penyampaian dan itu hanya hanya bisa optimal kalau guru memahami psikologi anak. Memahami psikologi pendidikan itu urgent banget sebenarnya bagi para guru. Kenapa, karena dengan memahami, mempelajari, membaca, guru jadi tau trik – trik secara lebih halus untuk mendekati muridnya.” Terang Erni dalam seminarnya
Informasi teknologi dari televisi dari media yang begitu gencar dimana remaja sekarang menjadi bingung tidak ada sosok yang patut ditiru, sedangkan disisi lain orang tua jaman sekarang lebih cenderung untuk menggunakan tenaganya untuk berburu materi sehingga tidak sempat untuk memperhatikan anak – anaknya, tidak sempat memberikan teladan. Anak dari kecil sudah kehilangan sosok idola, sosok teladan. Bahkan dari kecil anak sudah diserahkan kepada pembantu. Kita tahu guru itu setidaknya 4 jam untuk anak – anak si kelas dini bertemu dengan murid. Untuk siswa yang diatas setidaknya dengan menghadirkan guru – guru yang hebat, patut diteladani murid, bisa melihat secara terus menerus dan terbawa kalau lingkungan sekolahnya yakni lingkungan guru – gurunya mencontohkan hal – hal yang baik. “Sebenarnya Indonesia ini urgent banget butuh guru – guru yang berkualitas bukan hanya dari segi keilmuan tapi juga sebagai panutan sebagai sahabat dimana anak dapat melihat wah seperti ini seharusnya menjadi manusia yang baik.” Ungkap prihatin salah satu penggiat kelas inspirasi Indonesia Mengajar.

-Rizky Budiyanti-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar