Depok – Kamis
(27/11) Erni Susilowati berbicara materi “guru, sahabat sekaligus panutan” di
seminar akbar pendidikan dalam acara The
2nd Islamic Book Fair Universitas Indonesia. Founder dunia dongeng ini banyak
memberikan ilmu dalam kuliah singkat selama dua jam di Balairung UI.
Kuliah
singkat seminar akbar pendidikan dalam materi “guru, sahabat sekaligus panutan”
ini diantaranya membahas sebab guru kurang memahami muridnya. Beberapa guru
kurang memahami muridnya dikarenakan adanya keterbatasan waktu, kemudian fokus
yang kurang dari guru. Bisa jadi rasio dari guru dan murid yang kurang sehingga
suatu guru harus mengajar beragam banyak kelas terutama untuk didaerah – daerah
terpencil. Kalaupun rasionya cukup di sekolah tersebut, guru harus berbagi
tenaga, energi untuk melakukan aktifitas di luar kelas terkait dengan
kesejahterannya yang kurang. Jadi beberapa guru harus mengajar kembali di
tempat lain.
Secara tidak langsung otomatis si guru hanya di sekolah sekedar untuk menggugurkan kewajibannya sehingga kurang perhatian pada murid yang mengahadapi kesulitan. “Solusinya memang kompeherensif ya artinya kita harus memperhatikan kesejahteraan guru, juga kemudian pembinaan guru secara berkala, kemudian juga harus dikembalikan lagi ke guru agar dia mampu memahami secara detil apa sih visi misi dia berada dalam intitusi pendidikan.” Jelas Owner Smart Eduplace ini.
Secara tidak langsung otomatis si guru hanya di sekolah sekedar untuk menggugurkan kewajibannya sehingga kurang perhatian pada murid yang mengahadapi kesulitan. “Solusinya memang kompeherensif ya artinya kita harus memperhatikan kesejahteraan guru, juga kemudian pembinaan guru secara berkala, kemudian juga harus dikembalikan lagi ke guru agar dia mampu memahami secara detil apa sih visi misi dia berada dalam intitusi pendidikan.” Jelas Owner Smart Eduplace ini.
Usia remaja memiliki
perubahan sikap, kemudian ketidakseimbangan emosi dari murid, secara tidak
langsung mempengaruhi pendapat murid terhadap guru. Memahami murid, guru bisa
antisipasi dengan melaksanakan trik apa, apakah harus dengan diberi pujian,
atau diberi tantangan di usia tertentu, juga harus diberi perhatian atau diusia
lainnya yang lebih tinggi mungkin sebagai sahabat yang didorong untuk maju. “memang
berbeda usia berbeda perlakuan berbeda cara penyampaian dan itu hanya hanya
bisa optimal kalau guru memahami psikologi anak. Memahami psikologi pendidikan
itu urgent banget sebenarnya bagi
para guru. Kenapa, karena dengan memahami, mempelajari, membaca, guru jadi tau
trik – trik secara lebih halus untuk mendekati muridnya.” Terang Erni dalam
seminarnya
Informasi teknologi
dari televisi dari media yang begitu gencar dimana remaja sekarang menjadi
bingung tidak ada sosok yang patut ditiru, sedangkan disisi lain orang tua
jaman sekarang lebih cenderung untuk menggunakan tenaganya untuk berburu materi
sehingga tidak sempat untuk memperhatikan anak – anaknya, tidak sempat
memberikan teladan. Anak dari kecil sudah kehilangan sosok idola, sosok
teladan. Bahkan dari kecil anak sudah diserahkan kepada pembantu. Kita tahu
guru itu setidaknya 4 jam untuk anak – anak si kelas dini bertemu dengan murid.
Untuk siswa yang diatas setidaknya dengan menghadirkan guru – guru yang hebat,
patut diteladani murid, bisa melihat secara terus menerus dan terbawa kalau
lingkungan sekolahnya yakni lingkungan guru – gurunya mencontohkan hal – hal
yang baik. “Sebenarnya Indonesia ini urgent
banget butuh guru – guru yang berkualitas bukan hanya dari segi keilmuan tapi
juga sebagai panutan sebagai sahabat dimana anak dapat melihat wah seperti ini
seharusnya menjadi manusia yang baik.” Ungkap prihatin salah satu penggiat
kelas inspirasi Indonesia Mengajar.-Rizky Budiyanti-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar