Mungkin untuk
sebagian orang yang belum pernah atau bahkan sudah terkena penyakit diabetes
akan beranggapan sulit untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Apalagi untuk
tingkatan penyakit diabetes melitus, yang dikenal dengan penyakit gula basah.
Yang berakibat luka pada kaki, dimana kaki akan mengalami luka robek dan mengeluarkan
darah. Jika hal itu sudah terjadi maka akan sulit untuk menyembuhkan luka
tersebut, dan jalan satu-satunya harus melakukan amputasi pada jaringan luka
yang sudah rusak. Namun, tidak untuk RUMAT yang menangani penyakit tersebut.
Karena mereka sudah punya cara sendiri untuk penanganannya, agar meminimalisir tindakan amputasi
tersebut.
“rumat itu memberikan pelayanan
khusus untuk mereka dengan luka, sebenarnya kita menangani semua jenis luka,
bisa luka bakar, luka kecelakaan, luka gagal operasi cuma ada tingkatan luka
yang ternyata luka diabetes itu memiliki tingkatan paling tinggi” kata Pak
Dadang Suharto selaku pendiri Rumat.
Untuk
pendirinya ada dua orang, yaitu Bapak Dadang Suharto S.Kp. WOCN dan Fakhrudin
ST. Mereka mendirikan Rumat ini dengan tujuan agar memperkecil terjadinya amputasi karena luka diabetes.
“angka
diabetes tinggi,nah tingginya itu menduduki peringkat ke 4 untuk penderita
diabetes didunia jumlahnya sekitar 13juta orang penderita diabetes berpotensi
terjadi luka 80% itukan sangat tinggi jika kita ambil 50% saja maka ada 6juta
orang yang luka, sementara untuk pelayanan untuk luka itu belum ada ”tutur Pak
Dadang
Rumat
spesialis luka diabetes ini sendiri, adalah sebuah perusahaan yang bekerja
dibidang kesehatan terutama untuk luka diabetes melitus. Selain itu disini
penderita luka diabetes melitus akan ditangani dan dirawat dengan modern, yang
memang sudah teruji secara interasional sehingga dapat tercapai kesembuhan yang
memang terprediksi. Rumat juga sudah membangun cabang sebanyak 16 cabang, yang
tersebar diberbagai daerah antara lain : unit Cirendeu, unit Bintaro, unit
Tanggerang, unit Indramayu, unit Tasikmalaya, unit Majalengka, unit Kuningan,
unit Solo, unit Pemuda, unit Kemanggisan, unit Buaran, unit Cibubur, unit
Bekasi, unit Cikarang, unit Tambun, unit Narogong.
Pasien
yang sudah terlayani sudah mencapai 1.300 dari semenjak pertama kali
didirikannya Rumat spesialis luka Diabetisi. Sedangkan karyawan yang bekerja
sebagai perawat yang tersebar sudah berjumlah 30 orang.
“karyawan
kita ada 30, yang dikantor ada 5 dan untuk perawat ahlinya ada 25 orang”jelas
beliau saat diwawancarai pada jumat (5/12/2014)
Bagi
yang ingin melakukan penyembuhan atau perawatan di Rumat tersebut untuk melakukan
administrasi mudah saja, saat membayar untuk pelayanannya tidak harus repot ke
meja resepsionis. Melainkan bisa langsung membayar kepada parawat yang
menangani. Dan untuk nominal perawatan juga terjangkau, mulai dari 150ribu
sampai 350ribu tergantung tingkat keparahan luka yang dialami.
Fasilitas
yang ada di Rumat Diabetisi ini juga lengkap, untuk standar rumah perawatan
spesialis luka terutama luka diabetes melitus. Karena dari segi peralatan juga
memadai, ada juga fasilitas yang bisa memanggil mereka untuk melakukan
perawatan dirumah. Dari pemeriksaan sampai operasinya pun dapat dilakukan
dirumah. Hanya saya mungkin nominal yang harus dikeluarkan agak sedikit berbeda
karena adanya tarif transport, yang memang sudah ditetapkan. Dan nominalnya
untuk transport tidak lebih dari 15ribu.
“cuma
yang kalo kerumah kena cas jasa tambahan biaya transport, biaya itu diluar dari
biaya yang jasa yang tadi plus transport biasanya jarak sih tapi itu palingan
sekisar 10ribuan lah” jelas Pak Dadang.
Hanya
dengan cara menelepon ke Rumat yang terdekat dari lokasi kita, layanan itu akan
segera datang dan lengkap dengan peralatan yang dibutuhkan. Selain itu, Rumat
juga menyediakan sendal khusus untuk penderita diabetes. Dan
konsultasi-konsultasi mengenai gizi.
-Nur Ilmi Hasanah-
-Nur Ilmi Hasanah-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar